Internasional

735 Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Terima Beasiswa Lanjutkan SMA di Tanah Air

Sebanyak 735 siswa lulusan CLC tingkat SMP di Sabah dan Sarawak mendapat beasiswa ADEM untuk melanjutkan pendidikan SMA di Indonesia tahun ini.

Foto editorial untuk berita 735 Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Terima Beasiswa Lanjutkan SMA di Tanah Air

Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara

Sebanyak 735 siswa anak pekerja migran Indonesia yang menyelesaikan pendidikan setara SMP di Malaysia akan melanjutkan pendidikan tingkat SMA di Indonesia melalui program beasiswa ADEM tahun ini. Para siswa tersebut merupakan lulusan Community Learning Center (CLC) tingkat SMP yang berada di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia. Informasi ini disampaikan oleh CNN Indonesia dalam laporannya yang dipublikasikan pada 7 Juli 2026.

Dari total 1.700 siswa yang lulus dari CLC tingkat SMP di kedua wilayah tersebut, 735 siswa berhasil mendapatkan beasiswa ADEM untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang SMA di tanah air. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 43 persen dari total lulusan CLC tingkat SMP di Sabah dan Sarawak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal di Indonesia melalui program beasiswa ini.

Community Learning Center merupakan lembaga pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. CLC menjadi alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal di negara tempat orang tua mereka bekerja. Lembaga ini menyelenggarakan program pendidikan setara dengan kurikulum Indonesia, sehingga lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Indonesia.

Program beasiswa ADEM dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak pekerja migran Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan mereka di tanah air. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa anak-anak pekerja migran tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan tidak kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan dan kebutuhan terkait lainnya selama menempuh pendidikan SMA di Indonesia.

Keberadaan program ini menjadi penting mengingat banyaknya pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia, khususnya di wilayah Sabah dan Sarawak. Anak-anak mereka yang ikut tinggal di Malaysia seringkali menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan formal karena berbagai faktor, termasuk status kependudukan dan keterbatasan ekonomi. CLC dan program beasiswa ADEM menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih detail mengenai mekanisme seleksi penerima beasiswa ADEM dari 1.700 lulusan CLC tersebut. Demikian pula, belum diketahui secara pasti kriteria apa saja yang menjadi pertimbangan dalam menentukan 735 siswa yang berhak menerima beasiswa. Informasi mengenai distribusi siswa ke berbagai sekolah di Indonesia dan daerah tujuan pendidikan mereka juga belum tersedia dalam sumber yang ada.

Sumber informasi mengenai program ini berasal dari laporan CNN Indonesia yang dipublikasikan pada 7 Juli 2026. Laporan tersebut menyebutkan angka spesifik mengenai jumlah penerima beasiswa dan total lulusan CLC, namun tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai pelaksanaan program atau pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan beasiswa ADEM. Informasi tambahan mengenai durasi program, cakupan beasiswa, dan aspek teknis lainnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Program beasiswa untuk anak pekerja migran ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi hak-hak warga negara, termasuk akses terhadap pendidikan. Keberadaan CLC di Malaysia dan program beasiswa ADEM menunjukkan upaya sistematis untuk memastikan anak-anak pekerja migran tidak tertinggal dalam hal pendidikan. Dengan melanjutkan pendidikan di Indonesia, para siswa ini diharapkan dapat memperoleh pendidikan formal yang diakui secara resmi dan membuka peluang lebih luas untuk masa depan mereka.

Ke depan, masih perlu dipantau bagaimana implementasi program ini berlangsung, termasuk adaptasi siswa yang kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan dasar di Malaysia. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah penerima, dan masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Evaluasi terhadap efektivitas program beasiswa ADEM juga penting dilakukan untuk memastikan tujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak pekerja migran dapat tercapai secara optimal.