Nasional

A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Adu Domba Sesama Anak Bangsa

Mantan Kepala BIN mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk waspada terhadap upaya adu domba yang dapat memecah belah persatuan nasional.

Foto jurnalistik untuk berita A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Adu Domba Sesama Anak Bangsa

Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk waspada terhadap upaya adu domba sesama anak bangsa. Peringatan ini disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi ancaman yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan nasional. Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita Antara pada Kamis (19/6/2026) pagi.

Hendropriyono, yang pernah menjabat sebagai Kepala BIN pada periode sebelumnya, menyampaikan peringatan tersebut kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia. Sebagai mantan pejabat tinggi intelijen negara, pandangannya mengenai ancaman terhadap persatuan bangsa dianggap memiliki bobot tersendiri mengingat pengalamannya dalam menangani berbagai isu keamanan nasional selama bertugas.

Peringatan ini muncul di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang di Indonesia. Meskipun konteks spesifik yang melatarbelakangi pernyataan Hendropriyono belum dijelaskan secara rinci dalam sumber berita, peringatan semacam ini umumnya disampaikan ketika terdapat indikasi atau potensi perpecahan di tengah masyarakat yang perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh elemen bangsa.

Adu domba sesama anak bangsa merupakan salah satu ancaman klasik terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Strategi memecah belah ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyebaran informasi yang menyesatkan, provokasi berbasis identitas, hingga eksploitasi perbedaan pendapat untuk menciptakan konflik horizontal di tengah masyarakat yang majemuk.

Indonesia sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan memiliki potensi kerentanan terhadap upaya-upaya pemecah belahan. Sejarah mencatat berbagai peristiwa konflik yang pernah terjadi akibat adu domba, sehingga kewaspadaan terhadap ancaman serupa tetap menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan harmoni sosial di seluruh wilayah Indonesia.

Peran tokoh-tokoh senior seperti Hendropriyono dalam memberikan peringatan dini dianggap penting sebagai bagian dari upaya preventif. Pengalaman dan pengetahuan mereka tentang pola-pola ancaman terhadap persatuan bangsa dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Seluruh elemen bangsa yang dimaksud dalam peringatan ini mencakup pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Kewaspadaan kolektif dari semua pihak dianggap sebagai kunci utama dalam mendeteksi dan mencegah upaya-upaya adu domba sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar dan merugikan kepentingan nasional.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai detail spesifik dari peringatan yang disampaikan Hendropriyono. Sumber berita Antara hanya menyampaikan ringkasan singkat mengenai peringatan tersebut tanpa elaborasi lebih jauh tentang konteks, forum penyampaian, atau rekomendasi konkret yang diusulkan oleh mantan Kepala BIN tersebut untuk menghadapi ancaman adu domba.

Peringatan serupa sebenarnya telah sering disampaikan oleh berbagai pihak, terutama menjelang atau setelah peristiwa-peristiwa politik penting di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa merupakan isu yang terus relevan dan memerlukan perhatian berkelanjutan dari semua pihak untuk memastikan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.