Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)
Akademisi Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah menjajaki peluang kerja sama baru dengan China di sektor pelabuhan dan maritim. Iwan Pramesti Anwar, dosen ilmu kemaritiman ITB, baru-baru ini melakukan kunjungan ke pelabuhan di China untuk mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi bilateral di bidang tersebut. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Antara pada Minggu (6/6/2026) pagi.
Kunjungan yang dilakukan oleh akademisi ITB ini menandai upaya Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan China, khususnya di sektor strategis seperti pelabuhan dan kemaritiman. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan vital dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan dan industri maritim yang modern dan efisien. Kerja sama dengan China, yang memiliki pengalaman luas dalam pembangunan pelabuhan modern, dipandang dapat memberikan manfaat signifikan.
Iwan Pramesti Anwar merupakan dosen di bidang ilmu kemaritiman yang berafiliasi dengan Institut Teknologi Bandung, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Keahliannya di bidang maritim menjadikannya sosok yang tepat untuk mengidentifikasi peluang-peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara kedua negara. Namun, detail spesifik mengenai pelabuhan mana yang dikunjungi di China belum disebutkan dalam sumber yang tersedia.
Sektor pelabuhan dan maritim merupakan tulang punggung perdagangan internasional dan konektivitas antar wilayah. Bagi Indonesia, pengembangan pelabuhan yang efisien sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di pasar global. China sendiri telah membangun berbagai pelabuhan modern dengan teknologi canggih yang menjadi rujukan internasional dalam manajemen pelabuhan dan logistik maritim.
Kerja sama Indonesia-China di berbagai sektor telah berlangsung selama bertahun-tahun, mencakup infrastruktur, perdagangan, dan investasi. Inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) dari China juga telah melibatkan Indonesia dalam berbagai proyek infrastruktur strategis. Eksplorasi peluang baru di sektor pelabuhan dan maritim dapat menjadi perpanjangan dari kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya.
Meskipun demikian, rincian lebih lanjut mengenai agenda spesifik kunjungan Iwan Pramesti Anwar, termasuk pihak-pihak yang ditemui di China dan hasil konkret dari kunjungan tersebut, belum diungkapkan dalam sumber yang tersedia. Informasi mengenai apakah kunjungan ini merupakan bagian dari program resmi pemerintah atau inisiatif akademik independen juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Potensi kerja sama di sektor maritim dan pelabuhan antara Indonesia dan China dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari transfer teknologi, pelatihan sumber daya manusia, hingga investasi dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan. Pengalaman China dalam mengembangkan pelabuhan-pelabuhan besar seperti Shanghai dan Shenzhen dapat menjadi pembelajaran berharga bagi Indonesia dalam memodernisasi pelabuhan-pelabuhannya.
Indonesia saat ini tengah mengembangkan berbagai pelabuhan strategis di berbagai wilayah untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung program tol laut. Kerja sama dengan negara yang memiliki keunggulan teknologi dan pengalaman seperti China dapat mempercepat pencapaian target pembangunan infrastruktur maritim nasional. Namun, detail mengenai pelabuhan-pelabuhan Indonesia mana yang akan menjadi fokus kerja sama potensial ini belum disampaikan.
Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik. Pengembangan pelabuhan-pelabuhan modern dengan standar internasional menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi geografis tersebut. Kolaborasi dengan China di bidang ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kapasitas dan efisiensi pelabuhan Indonesia di masa mendatang.

