Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai transmisi aliran modal asing masuk (capital inflow) perlu diperkuat untuk mengungkit sektor riil ekonomi Indonesia. Pandangan ini disampaikan dalam konteks upaya optimalisasi peran investasi asing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Pernyataan tersebut tercatat dalam publikasi Antara pada Jumat, 25 September 2026.
Josua Pardede menekankan bahwa penguatan transmisi modal asing menjadi krusial dalam memastikan aliran investasi dari luar negeri dapat memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi di sektor riil. Mekanisme transmisi yang efektif diharapkan mampu menjembatani masuknya modal asing dengan kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor produktif ekonomi nasional.
Sektor riil mencakup berbagai bidang usaha yang memproduksi barang dan jasa secara langsung, termasuk manufaktur, pertanian, perdagangan, dan industri lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian. Penguatan transmisi modal asing diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor-sektor tersebut, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.
Modal asing yang masuk ke Indonesia umumnya mengalir melalui berbagai instrumen, termasuk investasi langsung (foreign direct investment), investasi portofolio di pasar modal, maupun pinjaman luar negeri. Namun, efektivitas penyaluran modal tersebut ke sektor riil masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian khusus dari berbagai pemangku kepentingan.
Permasalahan transmisi modal asing ke sektor riil dapat terjadi ketika aliran investasi lebih banyak terkonsentrasi di instrumen keuangan jangka pendek atau sektor tertentu, sehingga tidak tersebar merata ke berbagai sektor produktif. Kondisi ini berpotensi mengurangi dampak positif investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan penciptaan lapangan kerja.
Penguatan mekanisme transmisi memerlukan koordinasi antara otoritas moneter, fiskal, dan regulator sektor keuangan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Kebijakan yang mendukung intermediasi keuangan yang efisien, kemudahan berusaha, serta kepastian hukum menjadi faktor-faktor penting dalam memastikan modal asing dapat mengalir optimal ke sektor riil.
Dalam konteks ekonomi global yang dinamis, Indonesia terus berupaya menarik investasi asing sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Namun, keberhasilan menarik modal asing perlu diimbangi dengan kemampuan menyalurkannya secara efektif ke sektor-sektor yang memberikan nilai tambah tinggi dan dampak ekonomi yang luas.
Pandangan Josua Pardede ini menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai strategi pengelolaan aliran modal asing di Indonesia. Para ekonom dan pembuat kebijakan terus mengkaji berbagai instrumen dan mekanisme untuk memaksimalkan manfaat investasi asing bagi perekonomian nasional, termasuk melalui penguatan infrastruktur keuangan dan perbaikan iklim investasi.
Hingga saat ini, belum terdapat informasi lebih detail mengenai rekomendasi spesifik atau langkah-langkah konkret yang diusulkan untuk memperkuat transmisi modal asing tersebut. Pernyataan Josua Pardede memberikan sinyal pentingnya perhatian terhadap aspek transmisi dalam kebijakan terkait investasi asing, namun detail implementasinya masih memerlukan kajian dan koordinasi lebih lanjut antara berbagai pihak terkait.

