Ekonomi

IHSG Anjlok 108 Poin Dipicu Sentimen Domestik dan Global

Indeks Harga Saham Gabungan melemah 1,94 persen ke level 5.486 pada pembukaan perdagangan Senin pagi akibat kombinasi sentimen negatif.

Foto jurnalistik untuk berita IHSG Anjlok 108 Poin Dipicu Sentimen Domestik dan Global

Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin pagi, 8 Juni 2026. Berdasarkan data pembukaan pasar, IHSG anjlok 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486. Pelemahan signifikan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif baik dari dalam negeri maupun global yang membebani pasar modal Indonesia.

Menurut laporan Antara, pelemahan IHSG pada hari ini merupakan respons pasar terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi kepercayaan investor. Sentimen domestik dan global yang bergabung menciptakan tekanan jual di awal pekan perdagangan. Namun, rincian spesifik mengenai faktor-faktor sentimen global yang dimaksud belum dijelaskan secara detail dalam sumber yang tersedia.

Dari sisi domestik, salah satu sentimen yang berpotensi mempengaruhi pasar adalah kondisi kebencanaan di wilayah Indonesia bagian timur. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di lima wilayah pesisir untuk menjauhi area pantai menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Laut Sulawesi. Peristiwa bencana alam berskala besar ini dapat mempengaruhi sentimen investor terhadap stabilitas ekonomi regional.

BMKG melaporkan bahwa delapan wilayah di Sulawesi Utara masih berstatus siaga tsunami pascagempa tersebut. Sementara itu, Kota Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara juga ditetapkan dalam status waspada berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi setempat. Kondisi darurat bencana di beberapa wilayah strategis Indonesia bagian timur ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan logistik di kawasan tersebut.

Dampak gempa bahkan meluas hingga ke negara tetangga. Departemen Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan potensi terjadinya tsunami di pesisir Sabah, Malaysia. Koordinasi penanganan bencana lintas negara ini menunjukkan skala dampak yang cukup luas dari gempa magnitudo 7,7 tersebut, yang dapat mempengaruhi persepsi risiko investor regional terhadap pasar modal Indonesia.

Pelemahan IHSG sebesar hampir 2 persen pada pembukaan perdagangan tergolong signifikan dan mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar. Penurunan tajam di awal sesi perdagangan biasanya mengindikasikan adanya sentimen negatif yang kuat atau aksi ambil untung dari investor setelah periode penguatan sebelumnya. Namun, data pergerakan IHSG pada pekan sebelumnya tidak tersedia dalam sumber yang ada.

Selain faktor bencana alam, dinamika politik domestik juga menjadi perhatian pasar. Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, dijadwalkan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin sore pukul 16.30 WIB. Pelantikan ini dikonfirmasi setelah yang bersangkutan dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Teddy, menurut laporan CNN Indonesia.

Penunjukan tokoh buruh sebagai penasihat presiden dapat memiliki implikasi terhadap kebijakan ketenagakerjaan dan iklim investasi ke depan. Pasar modal umumnya sensitif terhadap perubahan atau sinyal kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi biaya operasional perusahaan dan daya saing industri. Namun, reaksi spesifik pasar terhadap pelantikan ini masih perlu diamati lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Bursa Efek Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan mengenai pelemahan IHSG pada hari ini. Analisis mendalam mengenai sektor-sektor yang paling terdampak dan volume perdagangan juga belum tersedia. Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan situasi bencana di wilayah timur Indonesia serta dinamika sentimen global dalam sesi perdagangan selanjutnya.

Kombinasi faktor domestik berupa bencana alam dan dinamika politik, bersama dengan sentimen global yang belum teridentifikasi secara spesifik, menciptakan tekanan signifikan pada pasar modal Indonesia di awal pekan ini. Investor diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan informasi terkini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah volatilitas pasar yang meningkat.