Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)
Asosiasi Panasbumi Indonesia atau Indonesian Geothermal Association (Inaga) akan menggelar Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026. Acara ini diselenggarakan untuk membahas percepatan pemanfaatan energi panas bumi sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi di Indonesia. Informasi ini disampaikan berdasarkan keterangan yang dipublikasikan oleh kantor berita Antara pada Senin, 11 Agustus 2026.
IIGCE 2026 merupakan ajang konvensi dan pameran internasional yang fokus pada sektor energi panas bumi. Acara ini diharapkan menjadi platform penting bagi para pemangku kepentingan di industri panas bumi untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan strategi dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Penyelenggaraan acara ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengoptimalkan potensi energi panas bumi yang dimilikinya.
Indonesia dikenal memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar, bahkan termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan potensi tersebut hingga saat ini masih belum optimal. IIGCE 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong percepatan pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi secara lebih masif guna mendukung target transisi energi nasional menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Transisi energi menjadi salah satu agenda penting pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menargetkan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Energi panas bumi dipandang sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang potensial untuk mencapai target tersebut, mengingat ketersediaannya yang melimpah di wilayah Indonesia.
Inaga sebagai asosiasi yang menaungi para pelaku industri panas bumi di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor ini. Melalui penyelenggaraan IIGCE 2026, Inaga berupaya memfasilitasi dialog dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan investor untuk mencari solusi terbaik dalam mempercepat pengembangan energi panas bumi. Acara ini juga diharapkan dapat menarik investasi baru ke sektor energi terbarukan.
Detail lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan, lokasi, tema spesifik, serta rangkaian kegiatan dalam IIGCE 2026 belum disampaikan dalam sumber informasi yang tersedia. Informasi mengenai jumlah peserta yang diharapkan hadir, negara-negara yang akan berpartisipasi, serta target capaian dari penyelenggaraan acara ini juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak penyelenggara.
Pengembangan energi panas bumi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aspek regulasi, pembiayaan, hingga teknologi. IIGCE 2026 diharapkan dapat menjadi forum untuk membahas solusi atas berbagai tantangan tersebut. Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk transfer teknologi dan pengetahuan dari negara-negara yang telah maju dalam pemanfaatan energi panas bumi, menjadi kunci keberhasilan percepatan pengembangan sektor ini di Indonesia.
Energi panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber energi yang dapat beroperasi secara kontinyu, tidak bergantung pada cuaca seperti energi surya atau angin. Karakteristik ini menjadikan energi panas bumi sebagai baseload yang ideal untuk sistem kelistrikan nasional. Pemanfaatan energi panas bumi juga dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah-daerah yang memiliki potensi, termasuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

