Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Djamari Chaniago menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendorong penguatan kerja sama maritim dengan China. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, 23 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral kedua negara di sektor kelautan. Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita Antara sebagai sumber utama.
Penegasan Menko Polhukam Djamari Chaniago tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mengembangkan hubungan dengan China, khususnya dalam bidang maritim yang menjadi salah satu sektor strategis bagi kedua negara. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kepentingan vital dalam pengelolaan dan pengembangan sektor maritim yang berkelanjutan.
Kerja sama maritim antara Indonesia dan China mencakup berbagai aspek yang meliputi keamanan laut, perdagangan maritim, hingga pengelolaan sumber daya kelautan. Kedua negara memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan di kawasan maritim Asia Tenggara dan Pasifik, sehingga penguatan kerja sama dipandang penting untuk menjaga stabilitas regional.
Meskipun pernyataan resmi telah disampaikan oleh Menko Polhukam, detail spesifik mengenai bentuk kerja sama maritim yang akan diperkuat belum diungkapkan secara rinci dalam sumber yang tersedia. Informasi lebih lanjut mengenai program-program konkret dan mekanisme implementasi kerja sama tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Hubungan bilateral Indonesia-China di bidang maritim memiliki dimensi yang kompleks, mengingat posisi geografis Indonesia yang strategis di jalur perdagangan internasional. Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara, sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan nasional Indonesia di wilayah perairannya.
Pernyataan Menko Polhukam ini juga perlu dilihat dalam konteks dinamika geopolitik regional, di mana Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Kerja sama maritim dengan berbagai negara, termasuk China, menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memaksimalkan potensi ekonomi maritim sambil menjaga kedaulatan wilayah.
Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan memiliki peran penting dalam mengkoordinasikan kebijakan yang berkaitan dengan keamanan maritim nasional. Pernyataan dari level menteri koordinator menunjukkan bahwa isu kerja sama maritim dengan China merupakan agenda prioritas yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak China terkait pernyataan Menko Polhukam Indonesia tersebut. Respons dan langkah lanjutan dari kedua pemerintah akan menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana komitmen penguatan kerja sama maritim ini akan direalisasikan dalam bentuk program dan kebijakan konkret di lapangan.

