Nasional

Gempa Magnitudo 7 Guncang NTT, Warga Selayar Sulsel Rasakan Getaran Kuat

Gempa berkekuatan magnitudo 7 di Nagekeo, NTT, terasa hingga Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. BMKG keluarkan peringatan tsunami untuk 8 wilayah.

Foto jurnalistik untuk berita Gempa Magnitudo 7 Guncang NTT, Warga Selayar Sulsel Rasakan Getaran Kuat

Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)

Gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (14/8/2026). Guncangan gempa yang terjadi di wilayah NTT tersebut terasa hingga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, serta sejumlah wilayah lain di Indonesia bagian tengah dan timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk delapan wilayah pesisir setelah kejadian gempa tersebut.

Berdasarkan laporan CNN Indonesia, warga Kabupaten Selayar merasakan getaran gempa yang cukup signifikan meskipun berjarak ratusan kilometer dari episentrum. Guncangan juga dilaporkan terasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan Denpasar, Bali. BMKG awalnya melaporkan kekuatan gempa sebesar magnitudo 7,7 skala Richter, namun kemudian memperbarui data menjadi magnitudo 7 setelah dilakukan analisis lebih lanjut terhadap data seismik yang tercatat.

Gempa yang berpusat di wilayah Mbay, Nagekeo, ini memicu gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 0,3 meter yang menerjang kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores. Tsunami tersebut terpantau oleh sistem monitoring BMKG dan menjadi dasar dikeluarkannya peringatan dini tsunami tingkat dua untuk sejumlah wilayah pesisir. Masyarakat di delapan wilayah yang masuk dalam zona peringatan diminta untuk segera melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi dan menjauhi garis pantai.

Wilayah Labuan Bajo yang merupakan pintu gerbang wisata Taman Nasional Komodo mengalami dampak cukup serius dari gempa ini. Sejumlah hotel dan fasilitas publik di kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang kuat. CNN Indonesia melaporkan adanya kerusakan infrastruktur di Labuan Bajo, meskipun detail tingkat kerusakan dan jumlah korban jiwa belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. Pihak berwenang setempat masih melakukan pendataan dan asesmen kerusakan secara menyeluruh.

BMKG mengeluarkan status potensi tsunami tingkat dua untuk delapan wilayah pesisir yang dinilai berisiko terdampak gelombang tsunami susulan. Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi mengingat besarnya kekuatan gempa yang berpotensi memicu gelombang lanjutan. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada, tidak mendekati pantai, dan mengikuti arahan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta aparat keamanan yang bertugas di lapangan.

Guncangan gempa yang terasa hingga Sulawesi Selatan dan Bali menunjukkan besarnya energi yang dilepaskan dari episentrum gempa di Nagekeo. Warga di Kabupaten Selayar melaporkan merasakan getaran yang berlangsung beberapa detik, membuat sebagian masyarakat panik dan keluar dari bangunan tempat tinggal mereka. Di Kota Makassar, getaran juga dirasakan oleh warga di berbagai wilayah, meskipun intensitasnya lebih lemah dibandingkan dengan yang dirasakan di wilayah NTT dan sekitarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa atau luka-luka akibat gempa dan tsunami di wilayah Nagekeo dan Labuan Bajo. Pihak BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan pendataan korban dan tingkat kerusakan infrastruktur. Tim tanggap darurat telah disiagakan untuk memberikan bantuan evakuasi dan penanganan medis bagi korban yang memerlukan pertolongan segera.

Gempa dengan magnitudo 7 termasuk dalam kategori gempa besar yang berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan, terutama di wilayah yang dekat dengan episentrum. Wilayah Nusa Tenggara Timur memang dikenal sebagai zona seismik aktif karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Kejadian gempa besar seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam, termasuk memiliki sistem peringatan dini yang efektif dan jalur evakuasi yang memadai.

BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Nagekeo dan sekitarnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan BNPB. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum guna memastikan keamanan sebelum kembali beraktivitas normal di dalam ruangan.

Pemerintah pusat melalui BNPB telah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan logistik dan tenaga kepada daerah-daerah terdampak. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi NTT, dan kabupaten-kabupaten terdampak terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan cepat dan efektif. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi pascagempa dan tsunami ini akan terus diperbarui seiring dengan masuknya laporan dari lapangan dan hasil asesmen tim tanggap darurat yang bertugas di lokasi kejadian.