Metro

Lift JPO Lenteng Agung Rusak, Lansia Kesulitan Menyeberang Jalan

Warga lanjut usia terpaksa menaiki puluhan anak tangga setelah fasilitas lift di Jembatan Penyeberangan Orang Lenteng Agung tidak berfungsi.

Foto jurnalistik untuk berita Lift JPO Lenteng Agung Rusak, Lansia Kesulitan Menyeberang Jalan

Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)

Jakarta, Pena Nusantara - Sejumlah warga lanjut usia mengalami kesulitan untuk menyeberang jalan akibat fasilitas lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung tidak berfungsi. Para lansia terpaksa bersusah payah menaiki puluhan anak tangga untuk dapat menggunakan jembatan penyeberangan tersebut. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan aksesibilitas khusus.

Informasi mengenai kerusakan lift JPO Lenteng Agung ini dilaporkan oleh Antara pada Selasa (10/6/2026). Dalam laporannya, disebutkan bahwa warga lansia mengaku harus bersusah payah menaiki puluhan anak tangga sebagai dampak dari tidak berfungsinya fasilitas lift yang seharusnya memudahkan akses mereka. Namun, belum ada informasi detail mengenai sejak kapan lift tersebut mengalami kerusakan.

JPO Lenteng Agung merupakan salah satu fasilitas penyeberangan yang ramai digunakan oleh warga di kawasan Jakarta Selatan. Keberadaan lift pada jembatan penyeberangan ini seharusnya menjadi solusi bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas, termasuk lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan orang tua yang membawa anak kecil. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan aksesibilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kerusakan lift JPO ini menimbulkan dampak signifikan bagi mobilitas warga lansia yang rutin menggunakan fasilitas tersebut. Kondisi fisik lansia yang umumnya sudah menurun membuat mereka kesulitan untuk menaiki tangga dalam jumlah banyak. Beberapa lansia bahkan mungkin memilih untuk tidak menyeberang atau mencari rute alternatif yang lebih jauh, yang pada akhirnya menambah beban perjalanan mereka.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kerusakan lift JPO Lenteng Agung. Informasi mengenai upaya perbaikan atau estimasi waktu lift akan kembali beroperasi juga belum disampaikan kepada publik. Ketiadaan informasi ini menambah ketidakpastian bagi warga yang bergantung pada fasilitas tersebut untuk aktivitas sehari-hari mereka.

Tanggung jawab pemeliharaan JPO dan fasilitas pendukungnya, termasuk lift, umumnya berada di bawah kewenangan pemerintah daerah setempat atau dinas terkait. Dalam hal ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta atau instansi terkait seharusnya bertanggung jawab untuk memastikan seluruh fasilitas publik berfungsi dengan baik. Namun, hingga laporan ini dibuat, belum ada konfirmasi dari pihak terkait mengenai penanganan masalah ini.

Permasalahan lift JPO yang tidak berfungsi sebenarnya bukan kasus pertama di Jakarta. Beberapa JPO lain di ibu kota juga pernah mengalami masalah serupa, di mana fasilitas lift rusak dalam waktu lama tanpa perbaikan yang memadai. Kondisi ini mencerminkan tantangan dalam pemeliharaan infrastruktur publik yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan fungsi fasilitas tersebut.

Aksesibilitas bagi kelompok rentan merupakan hak dasar yang dijamin dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Fasilitas publik seperti JPO dengan lift dirancang untuk memenuhi prinsip desain universal yang memastikan semua orang dapat mengakses layanan publik tanpa hambatan. Kerusakan fasilitas seperti ini berpotensi melanggar hak aksesibilitas warga.

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera merespons keluhan ini dan melakukan perbaikan lift JPO Lenteng Agung dalam waktu dekat. Selain perbaikan, diperlukan juga sistem pemeliharaan rutin yang lebih baik untuk mencegah kerusakan serupa di masa mendatang. Transparansi informasi mengenai jadwal pemeliharaan dan perbaikan juga penting untuk memberikan kepastian kepada pengguna fasilitas publik tersebut.