Metro

Layanan JakCare Terima 20.419 Panggilan Hingga Juni 2026

Bappeda DKI Jakarta mencatat layanan pengaduan JakCare menerima 20.419 panggilan dari masyarakat dalam semester pertama 2026.

Foto editorial untuk berita Layanan JakCare Terima 20.419 Panggilan Hingga Juni 2026

Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara

Jakarta - Layanan pengaduan masyarakat JakCare milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat telah menerima 20.419 panggilan hingga akhir Juni 2026. Data ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi terkait pelayanan publik di ibu kota.

Informasi mengenai jumlah panggilan tersebut bersumber dari portal berita Antara yang dipublikasikan pada 22 Juli 2026. Atika Nur Rahmania menyampaikan data capaian layanan JakCare sebagai bagian dari evaluasi kinerja pelayanan publik Pemprov DKI Jakarta pada semester pertama tahun 2026. Namun, rincian lebih detail mengenai jenis pengaduan yang diterima belum disampaikan dalam keterangan resmi tersebut.

JakCare merupakan salah satu kanal pengaduan masyarakat yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menampung berbagai keluhan warga terkait pelayanan publik. Layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan responsivitas terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Jakarta. Melalui sistem panggilan telepon, warga dapat menyampaikan berbagai keluhan mulai dari infrastruktur, kebersihan, hingga layanan administrasi kependudukan.

Jumlah 20.419 panggilan dalam periode enam bulan menunjukkan rata-rata sekitar 3.400 panggilan per bulan atau lebih dari 100 panggilan per hari yang masuk ke layanan JakCare. Angka ini mengindikasikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme pengaduan yang disediakan pemerintah provinsi. Namun, belum ada informasi resmi mengenai persentase penyelesaian atau tindak lanjut dari pengaduan yang masuk tersebut.

Bappeda DKI Jakarta sebagai lembaga perencanaan pembangunan daerah memiliki peran dalam mengawasi dan mengevaluasi berbagai program pelayanan publik, termasuk sistem pengaduan masyarakat. Data jumlah panggilan JakCare menjadi salah satu indikator untuk mengukur efektivitas komunikasi antara pemerintah daerah dengan warga. Informasi ini juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kualitas layanan di masa mendatang.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Atika Nur Rahmania mengenai kategori pengaduan yang paling banyak diterima atau wilayah mana di Jakarta yang paling aktif menggunakan layanan JakCare. Informasi mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap penanganan pengaduan juga belum dirilis secara resmi. Data-data tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak Bappeda DKI Jakarta atau instansi terkait lainnya.

Layanan pengaduan masyarakat seperti JakCare menjadi instrumen penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan. Keberadaan kanal komunikasi langsung antara warga dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan di lapangan. Selain JakCare, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki berbagai kanal pengaduan lain seperti aplikasi JAKI dan media sosial resmi untuk menampung aspirasi masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung Wibowo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor. Data capaian layanan JakCare ini menjadi salah satu indikator partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi dan memberikan masukan terhadap kinerja pemerintah daerah. Ke depan, diharapkan ada transparansi lebih lanjut mengenai penanganan dan penyelesaian setiap pengaduan yang masuk melalui berbagai kanal yang tersedia.