Visual editorial Pena Nusantara (imagen-4.0-generate-001)
Panitia Media Center Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo telah mengantongi lisensi resmi untuk menyelenggarakan nonton bareng Piala Dunia khusus bagi wartawan. Lisensi ini diperoleh menjelang penyelenggaraan puncak acara PENAS XVII yang akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Antara pada Kamis, 12 Juni 2026.
Perolehan lisensi nonton bareng ini menjadi bagian dari upaya panitia untuk memberikan fasilitas memadai kepada para jurnalis yang meliput kegiatan PENAS XVII. Media center yang disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi dan ruang kerja wartawan, tetapi juga menyediakan sarana hiburan berupa tayangan pertandingan Piala Dunia yang sedang berlangsung pada periode yang sama dengan penyelenggaraan PENAS.
PENAS XVII merupakan ajang pertemuan petani dan nelayan andalan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Acara ini menjadi momentum penting bagi sektor pertanian dan perikanan Indonesia untuk menampilkan inovasi, berbagi pengalaman, serta memperkuat jaringan antarpelaku usaha di bidang agrikultur dan kelautan. Provinsi Gorontalo dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan PENAS XVII tahun ini.
Menurut informasi dari Antara, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada acara puncak PENAS XVII KTNA di Gorontalo. Kehadiran kepala negara ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Agenda kunjungan presiden diperkirakan akan mencakup dialog dengan petani dan nelayan serta peninjauan berbagai program pemberdayaan masyarakat di kedua sektor tersebut.
Penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia di media center PENAS merupakan langkah strategis panitia untuk mengakomodasi kebutuhan wartawan yang bertugas meliput acara dalam jangka waktu cukup panjang. Dengan adanya fasilitas ini, para jurnalis dapat tetap mengikuti perkembangan turnamen sepak bola terbesar di dunia sambil menjalankan tugas peliputan. Lisensi resmi yang dikantongi memastikan penayangan dilakukan sesuai dengan ketentuan hak siar yang berlaku.
Hingga saat ini, belum ada informasi detail mengenai mekanisme teknis penyelenggaraan nonton bareng tersebut, termasuk jadwal pertandingan yang akan ditayangkan dan kapasitas ruangan yang disediakan. Panitia juga belum mengumumkan apakah fasilitas ini terbuka eksklusif hanya untuk wartawan yang meliput PENAS atau juga dapat diakses oleh peserta dan tamu undangan lainnya. Informasi lebih lanjut masih perlu dikonfirmasi kepada panitia penyelenggara.
Persiapan media center dengan fasilitas lengkap mencerminkan keseriusan panitia dalam menyukseskan PENAS XVII. Selain lisensi nonton bareng, media center umumnya dilengkapi dengan koneksi internet berkecepatan tinggi, ruang kerja yang nyaman, serta akses informasi terkini mengenai rangkaian kegiatan PENAS. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat mendukung wartawan dalam memproduksi berita berkualitas tentang acara tersebut.
PENAS XVII di Gorontalo diperkirakan akan menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia, termasuk petani dan nelayan berprestasi, pejabat pemerintah, pelaku usaha, serta akademisi di bidang pertanian dan perikanan. Acara ini juga menjadi ajang pameran produk unggulan daerah, kompetisi inovasi pertanian, serta forum diskusi kebijakan sektor agrikultur. Liputan media massa diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi tentang potensi dan tantangan sektor pertanian Indonesia kepada masyarakat luas.
Penyelenggaraan PENAS di Gorontalo juga diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah setempat melalui peningkatan kunjungan wisata, okupansi hotel, serta transaksi di sektor perdagangan dan jasa. Provinsi Gorontalo yang dikenal sebagai penghasil jagung dan ikan memiliki kesempatan untuk mempromosikan komoditas unggulannya kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah. Momentum ini dapat menjadi katalisator bagi pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian dan perikanan yang berkelanjutan.

