Ekonomi

PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp61.450 per Kg, Telur Ayam Rp31.800 per Kg

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga terkini komoditas pangan strategis nasional.

Foto jurnalistik untuk berita PIHPS Catat Harga Cabai Rawit Rp61.450 per Kg, Telur Ayam Rp31.800 per Kg

Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-1-mini)

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga komoditas pangan strategis pada Selasa (4/8/2026). Berdasarkan data PIHPS, harga cabai rawit tercatat mencapai Rp61.450 per kilogram, sementara harga telur ayam berada di level Rp31.800 per kilogram. Pencatatan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan rutin terhadap pergerakan harga pangan strategis di seluruh Indonesia.

PIHPS merupakan sistem informasi yang dikelola oleh Bank Indonesia untuk memantau dan menyediakan data harga pangan strategis secara real-time. Platform ini menjadi acuan penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memantau dinamika harga komoditas pangan di pasar. Keberadaan PIHPS bertujuan untuk meningkatkan transparansi informasi harga dan mendukung stabilitas harga pangan nasional.

Cabai rawit dan telur ayam merupakan dua komoditas yang masuk dalam kategori pangan strategis yang dipantau secara ketat oleh pemerintah. Kedua komoditas ini memiliki peran penting dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia dan sering mengalami fluktuasi harga yang signifikan. Pergerakan harga kedua komoditas ini dapat memengaruhi tingkat inflasi dan daya beli masyarakat secara langsung.

Harga cabai rawit yang tercatat di angka Rp61.450 per kilogram menunjukkan posisi harga komoditas bumbu dapur yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Cabai rawit dikenal memiliki volatilitas harga yang tinggi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti musim panen, cuaca, dan distribusi. Fluktuasi harga cabai sering menjadi perhatian khusus pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Sementara itu, harga telur ayam di level Rp31.800 per kilogram mencerminkan kondisi pasar komoditas protein hewani yang terjangkau. Telur ayam menjadi sumber protein utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan sumber protein hewani lainnya. Stabilitas harga telur ayam menjadi indikator penting dalam mengukur ketahanan pangan masyarakat.

Data PIHPS yang dipublikasikan melalui portal Antara ini memberikan gambaran terkini mengenai kondisi harga pangan di pasar. Informasi ini penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan terkait kebijakan pangan, strategi bisnis, maupun perencanaan konsumsi rumah tangga. Transparansi data harga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar dan melindungi konsumen.

Bank Indonesia sebagai pengelola PIHPS memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas ekonomi makro melalui pemantauan harga pangan. Lembaga ini bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk mengumpulkan dan memverifikasi data harga dari berbagai daerah di Indonesia. Sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gejolak harga yang dapat memicu inflasi.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai perbandingan harga kedua komoditas tersebut dengan periode sebelumnya atau proyeksi pergerakan harga ke depan. Data tambahan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan harga saat ini juga belum tersedia dalam sumber yang dipublikasikan. Informasi lebih komprehensif mengenai tren harga dan analisis pasar masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.