Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)
Jakarta - Perencana keuangan Rista Zwestika CFP, WMI dari platform edukasi dan layanan konsultasi keuangan Finante.id menyarankan agar masyarakat membatasi porsi cicilan maksimal 30 persen dari penghasilan bulanan. Rekomendasi ini disampaikan sebagai panduan pengelolaan keuangan yang sehat bagi masyarakat yang memiliki berbagai kewajiban pembayaran cicilan. Informasi ini disampaikan melalui portal berita Antara pada Minggu, 8 Juni 2026.
Rista Zwestika yang memiliki sertifikasi Certified Financial Planner (CFP) dan Wealth Management Indonesia (WMI) menekankan pentingnya pembatasan porsi cicilan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Batasan 30 persen dari penghasilan dianggap sebagai ambang batas yang ideal untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan kewajiban finansial dan kebutuhan hidup lainnya. Rekomendasi ini disampaikan dalam konteks edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh Finante.id.
Finante.id merupakan platform yang menyediakan layanan edukasi dan konsultasi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Platform ini bertujuan membantu masyarakat dalam merencanakan dan mengelola keuangan pribadi secara lebih efektif dan terukur. Kehadiran platform semacam ini menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan literasi keuangan yang memadai.
Pembatasan cicilan hingga 30 persen dari penghasilan bertujuan agar masyarakat masih memiliki ruang finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dana darurat, dan tabungan masa depan. Jika porsi cicilan melebihi ambang batas tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas keuangan dan meningkatkan risiko gagal bayar. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan finansial jangka panjang individu maupun keluarga.
Sumber dari Antara tidak merinci secara spesifik jenis cicilan apa saja yang termasuk dalam perhitungan 30 persen tersebut. Namun umumnya, cicilan yang dimaksud mencakup kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, pinjaman tanpa agunan, dan berbagai bentuk kredit konsumtif lainnya. Perhitungan ini perlu mempertimbangkan total seluruh kewajiban cicilan yang dimiliki seseorang dalam satu periode.
Rekomendasi ini menjadi relevan mengingat semakin banyaknya produk pembiayaan dan kemudahan akses kredit yang ditawarkan oleh lembaga keuangan di Indonesia. Kemudahan tersebut di satu sisi memberikan manfaat, namun di sisi lain dapat mendorong masyarakat untuk mengambil cicilan melebihi kemampuan finansial mereka. Edukasi mengenai pengelolaan cicilan yang sehat menjadi krusial dalam kondisi seperti ini.
Belum ada penjelasan lebih lanjut dari sumber mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat jika porsi cicilan mereka sudah melebihi 30 persen dari penghasilan. Informasi mengenai strategi restrukturisasi utang atau konsultasi lanjutan yang dapat diakses melalui Finante.id juga belum disampaikan dalam sumber yang tersedia. Hal ini masih memerlukan konfirmasi dan penjelasan lebih detail dari pihak terkait.
Saran dari perencana keuangan bersertifikat seperti Rista Zwestika diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam mengambil keputusan finansial, khususnya terkait pengambilan kredit atau pinjaman. Literasi keuangan yang baik akan membantu masyarakat terhindar dari jerat utang yang berlebihan dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Peran platform edukasi keuangan seperti Finante.id menjadi semakin penting dalam konteks ini.
Informasi lebih lanjut mengenai metodologi perhitungan, studi kasus, atau data pendukung lainnya terkait rekomendasi 30 persen ini belum tersedia dalam sumber yang dikutip. Masyarakat yang memerlukan konsultasi lebih mendalam mengenai pengelolaan cicilan dan perencanaan keuangan dapat menghubungi platform Finante.id atau berkonsultasi dengan perencana keuangan bersertifikat. Edukasi keuangan yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan terencana.

