Nasional

Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Pembangunan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menyatakan nilai-nilai Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Foto editorial untuk berita Prabowo Sebut Panca Jiwa Gontor Sejalan dengan Pembangunan Indonesia

Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa nilai-nilai Panca Jiwa yang menjadi landasan pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 21 September 2026, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Antara. Panca Jiwa Gontor merupakan lima nilai dasar yang menjadi ruh pendidikan di pesantren tertua dan terbesar di Indonesia tersebut, yang telah melahirkan ribuan alumni di berbagai bidang.

Meskipun sumber berita Antara melaporkan pernyataan Presiden Prabowo tersebut, detail lengkap mengenai konteks penyampaian pernyataan ini belum tersedia dalam ringkasan yang dipublikasikan. Informasi mengenai apakah pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan langsung ke Gontor, acara resmi kenegaraan, atau forum lainnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Demikian pula dengan penjelasan spesifik mengenai bagaimana Presiden mengaitkan setiap nilai dalam Panca Jiwa dengan program pembangunan nasional.

Pondok Modern Darussalam Gontor yang berlokasi di Ponorogo, Jawa Timur, dikenal memiliki sistem pendidikan yang menggabungkan kurikulum pesantren tradisional dengan pendidikan modern. Panca Jiwa Gontor terdiri dari lima nilai utama yang menjadi pedoman santri dan alumni, yakni keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah, dan kebebasan. Kelima nilai ini telah menjadi identitas khas pesantren yang didirikan pada tahun 1926 tersebut dan diyakini membentuk karakter santri-santrinya.

Pernyataan Presiden Prabowo ini dapat dipahami dalam konteks upaya pemerintah untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dan keagamaan dalam strategi pembangunan nasional. Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo telah beberapa kali menekankan pentingnya memperkuat karakter bangsa sebagai fondasi pembangunan. Pendekatan ini mencerminkan visi pemerintahan yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan mental masyarakat Indonesia.

Nilai keikhlasan dalam Panca Jiwa Gontor, misalnya, dapat diinterpretasikan sejalan dengan semangat pengabdian dalam pelayanan publik dan pembangunan. Sementara nilai kesederhanaan relevan dengan upaya efisiensi dan anti-korupsi dalam pengelolaan negara. Nilai kemandirian juga resonan dengan agenda swasembada pangan dan kemandirian ekonomi yang menjadi prioritas pemerintahan saat ini. Namun, penjelasan detail mengenai korelasi ini dari Presiden Prabowo sendiri belum tersedia dalam sumber yang ada.

Gontor sebagai salah satu institusi pendidikan Islam terbesar di Indonesia memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan karakter generasi muda Muslim Indonesia. Ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara menimba ilmu di pesantren ini setiap tahunnya. Alumni Gontor tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, bisnis, hingga organisasi masyarakat sipil, yang menjadikan nilai-nilai yang ditanamkan pesantren ini memiliki dampak luas terhadap masyarakat.

Pengakuan Presiden terhadap nilai-nilai Gontor ini juga dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Pesantren telah lama menjadi pilar pendidikan di Indonesia, tidak hanya dalam aspek keagamaan tetapi juga dalam pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Integrasi nilai-nilai pesantren dengan agenda pembangunan nasional menunjukkan pendekatan inklusif pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah pernyataan Presiden Prabowo ini akan diikuti dengan kebijakan konkret atau program kerjasama antara pemerintah dengan Pondok Modern Darussalam Gontor. Kemungkinan adanya sinergi dalam program pendidikan karakter, pelatihan kepemimpinan, atau pengembangan sumber daya manusia masih memerlukan klarifikasi dan pengumuman resmi dari pihak terkait. Publik menantikan penjelasan lebih detail mengenai implementasi dari pernyataan Presiden tersebut.