Nusantara

117 Kafilah Ikuti MTQ Korpri Nasional VIII di Makassar

Musabaqah Tilawatil Quran VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 digelar di Makassar dengan diikuti 117 kafilah dari seluruh Indonesia.

Foto jurnalistik untuk berita 117 Kafilah Ikuti MTQ Korpri Nasional VIII di Makassar

Visual editorial Pena Nusantara (gpt-image-2)

Sebanyak 117 kafilah atau kontingen mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi ini disampaikan oleh Kantor Berita Antara pada Minggu, 24 Agustus 2026. Penyelenggaraan MTQ Korpri kali ini merupakan edisi kedelapan yang digelar di tingkat nasional, menandai kontinuitas tradisi kompetisi keagamaan di kalangan Korps Pegawai Republik Indonesia.

MTQ Korpri Tingkat Nasional merupakan ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Quran yang dikhususkan bagi anggota Korpri dari seluruh Indonesia. Setiap kafilah yang mengikuti kompetisi ini mewakili daerah atau instansi masing-masing untuk berkompetisi dalam berbagai cabang lomba tilawah dan tahfidz. Jumlah 117 kafilah yang berpartisipasi menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai wilayah di Tanah Air terhadap ajang bergengsi ini.

Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah MTQ Korpri Nasional VIII 2026 menjadikan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pusat perhatian pegawai negeri sipil se-Indonesia. Kota yang dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia Timur ini diharapkan mampu menyediakan fasilitas dan infrastruktur memadai untuk menyelenggarakan kompetisi berskala nasional. Keberadaan berbagai venue dan akomodasi di Makassar menjadi pertimbangan dalam penunjukan kota ini sebagai lokasi penyelenggaraan.

Korpri sebagai organisasi profesi pegawai negeri sipil di Indonesia secara rutin menyelenggarakan MTQ tingkat nasional sebagai bagian dari upaya pembinaan rohani anggotanya. Kegiatan ini sejalan dengan visi organisasi untuk meningkatkan kualitas spiritual dan moral aparatur sipil negara. MTQ Korpri juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan jaringan antaranggota Korpri dari berbagai daerah dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dirilis Antara, belum terdapat rincian lebih lanjut mengenai cabang-cabang lomba yang diperlombakan dalam MTQ Korpri Nasional VIII ini. Umumnya, MTQ tingkat nasional menyelenggarakan berbagai kategori seperti tilawah putra dan putri, tahfidz, tafsir, dan cabang lainnya. Namun, detail spesifik mengenai cabang lomba, jadwal pertandingan, dan kriteria penilaian masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari panitia penyelenggara.

Kehadiran 117 kafilah dalam kompetisi ini mencerminkan representasi geografis yang luas dari berbagai provinsi di Indonesia. Setiap kafilah membawa kontingen terbaiknya untuk bersaing memperebutkan gelar juara di berbagai kategori. Persiapan yang matang dari masing-masing daerah menunjukkan keseriusan dalam mengikuti ajang bergengsi ini, yang tidak hanya menjadi kompetisi tetapi juga ajang pembelajaran dan peningkatan kualitas bacaan Al-Quran.

Penyelenggaraan MTQ Korpri Nasional di Makassar diperkirakan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner. Kedatangan ratusan peserta beserta official dari 117 kafilah akan menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Selain itu, event ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Sulawesi Selatan kepada peserta dan pendukung dari berbagai daerah yang hadir.

Informasi mengenai susunan panitia penyelenggara, sumber pendanaan, serta dukungan pemerintah daerah Sulawesi Selatan terhadap penyelenggaraan MTQ Korpri Nasional VIII belum tersedia dalam sumber yang ada. Demikian pula dengan informasi mengenai pejabat atau tokoh yang akan membuka secara resmi kompetisi ini. Data-data tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari penyelenggara atau pihak terkait untuk melengkapi informasi mengenai pelaksanaan event ini.

MTQ Korpri Nasional VIII di Makassar diharapkan dapat menjadi momentum penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan aparatur sipil negara. Melalui kompetisi ini, diharapkan tercipta pegawai negeri yang tidak hanya kompeten secara profesional tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Ajang ini juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah antaranggota Korpri dari berbagai latar belakang daerah dan instansi di seluruh Nusantara.