Nasional

KRI Sriwijaya, Kapal Induk Eks Italia Resmi Tiba di Indonesia

Kapal induk bekas Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia dan bersandar di Dermaga 107, kini menjadi KRI Sriwijaya.

Foto editorial untuk berita KRI Sriwijaya, Kapal Induk Eks Italia Resmi Tiba di Indonesia

Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara

Kapal induk bekas Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi resmi tiba di Indonesia dan bersandar di Dermaga 107, menandai babak baru kekuatan maritim TNI Angkatan Laut. Kapal yang kini diberi nama KRI Sriwijaya ini merupakan alutsista strategis yang diakuisisi dari Italia untuk memperkuat armada perang Indonesia. Informasi ini dikonfirmasi oleh portal berita Antara pada Selasa, 22 September 2026.

KRI Sriwijaya sebelumnya dikenal sebagai ITS Giuseppe Garibaldi yang merupakan kapal induk milik Angkatan Laut Italia. Kapal ini telah menjalani masa pengabdian panjang di Mediterania sebelum akhirnya dipindahtangankan kepada Indonesia. Proses akuisisi dan pemindahan kapal induk ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alutsista TNI AL dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik yang semakin kompleks.

Dermaga 107 dipilih sebagai lokasi sandar pertama KRI Sriwijaya setelah perjalanan panjang dari Italia menuju perairan Indonesia. Pemilihan dermaga ini kemungkinan terkait dengan kapasitas dan fasilitas yang mampu menampung kapal berukuran besar seperti kapal induk. Namun, detail teknis mengenai perjalanan kapal dari Italia hingga tiba di Indonesia belum diungkapkan secara rinci oleh sumber yang tersedia.

Spesifikasi lengkap KRI Sriwijaya belum dirilis secara detail dalam sumber yang dikutip Antara. Informasi teknis seperti panjang kapal, bobot, kapasitas awak, sistem persenjataan, dan kemampuan operasional masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak TNI AL. Sebagai kapal induk bekas, kemungkinan besar KRI Sriwijaya akan menjalani proses refitting dan penyesuaian dengan standar operasional TNI AL Indonesia sebelum beroperasi penuh.

Kehadiran kapal induk dalam armada TNI AL merupakan lompatan signifikan dalam proyeksi kekuatan maritim Indonesia. Kapal induk memungkinkan TNI AL untuk mengoperasikan pesawat tempur dan helikopter dari laut, memperluas jangkauan pengawasan dan respons terhadap ancaman di wilayah perairan yang luas. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memerlukan aset strategis seperti kapal induk untuk menjaga kedaulatan dan keamanan maritim nasional.

ITS Giuseppe Garibaldi sendiri merupakan kapal induk ringan yang dirancang untuk operasi multi-peran, termasuk pengangkutan pesawat tempur vertikal seperti Harrier dan helikopter anti-kapal selam. Kapal ini telah terbukti dalam berbagai misi NATO dan operasi internasional selama masa pengabdiannya di Angkatan Laut Italia. Pengalaman operasional kapal ini diharapkan dapat menjadi aset berharga bagi TNI AL dalam mengembangkan doktrin dan taktik operasi kapal induk.

Proses integrasi KRI Sriwijaya ke dalam armada TNI AL akan memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Pelatihan awak kapal, penyesuaian sistem komunikasi dan persenjataan, serta pengadaan pesawat tempur yang kompatibel menjadi tantangan yang harus diselesaikan. TNI AL kemungkinan akan mengirimkan personel untuk pelatihan khusus operasi kapal induk, baik di dalam negeri maupun bekerja sama dengan negara-negara yang telah berpengalaman mengoperasikan kapal jenis ini.

Keberadaan kapal induk dalam armada Indonesia juga membawa implikasi geopolitik di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Negara-negara tetangga dan kekuatan maritim regional akan memperhatikan perkembangan ini sebagai bagian dari pergeseran keseimbangan kekuatan di kawasan. Namun, Indonesia secara konsisten menekankan bahwa penguatan alutsista adalah untuk kepentingan pertahanan dan bukan untuk tujuan agresif terhadap negara lain.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan atau Markas Besar TNI AL mengenai rencana operasional KRI Sriwijaya. Detail mengenai anggaran perawatan, jadwal operasional, dan rencana penempatan kapal induk ini masih menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang. Masyarakat dan pengamat pertahanan menantikan informasi lebih lanjut mengenai aset strategis baru TNI AL ini dalam waktu dekat.