Gambar unggahan redaksi Pena Nusantara
Universitas Indonesia (UI) menerjunkan tim odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG UI) untuk membantu proses identifikasi korban insiden KM Virgo. Penerjunan tim ahli ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan identifikasi korban yang memerlukan keahlian khusus di bidang kedokteran gigi forensik. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Antara pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Odontologi forensik merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang berperan penting dalam proses identifikasi korban bencana atau kejadian yang mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar. Metode identifikasi melalui gigi dan struktur mulut sering menjadi pilihan utama ketika identifikasi melalui sidik jari atau pengenalan visual tidak memungkinkan, terutama pada kondisi jenazah yang mengalami kerusakan parah.
Tim dari FKG UI diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mempercepat proses identifikasi korban KM Virgo. Keahlian mereka dalam menganalisis struktur gigi, restorasi dental, dan catatan medis gigi korban akan menjadi kunci dalam mencocokkan identitas jenazah dengan data ante-mortem yang tersedia dari keluarga atau rekam medis sebelumnya.
Hingga saat ini, belum ada informasi detail mengenai jumlah anggota tim yang diterjunkan, lokasi spesifik penugasan, maupun estimasi waktu penyelesaian proses identifikasi. Informasi mengenai jumlah korban KM Virgo yang memerlukan identifikasi juga belum dirilis dalam sumber yang tersedia, sehingga skala operasi tim forensik masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Insiden yang melibatkan KM Virgo sendiri belum dijelaskan secara rinci dalam sumber informasi yang ada. Detail mengenai jenis insiden, lokasi kejadian, waktu terjadinya peristiwa, serta penyebab yang mengakibatkan adanya korban jiwa masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait seperti otoritas pelayaran, kepolisian, atau Basarnas.
Keterlibatan institusi pendidikan tinggi seperti UI dalam penanganan bencana atau insiden massal menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam memberikan dukungan keahlian kepada masyarakat. FKG UI dikenal memiliki fasilitas dan tenaga ahli yang kompeten di bidang odontologi forensik, yang telah berkali-kali terlibat dalam berbagai kasus identifikasi korban bencana di Indonesia.
Proses identifikasi korban melalui odontologi forensik umumnya melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan kondisi gigi dan mulut jenazah, dokumentasi fotografi, pengambilan sampel untuk analisis DNA jika diperlukan, hingga pencocokan dengan data ante-mortem. Metode ini memiliki tingkat akurasi tinggi karena struktur gigi setiap individu bersifat unik dan relatif tahan terhadap kerusakan.
Koordinasi antara tim odontologi forensik dengan pihak kepolisian, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya menjadi krusial dalam memastikan kelancaran proses identifikasi. Keluarga korban juga diharapkan dapat menyediakan data pendukung seperti rekam medis gigi, foto yang menunjukkan kondisi gigi, atau informasi dari dokter gigi yang pernah merawat korban sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak UI mengenai durasi penugasan tim atau target penyelesaian identifikasi. Pihak-pihak terkait seperti kepolisian, Kementerian Perhubungan, atau Basarnas juga belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan kasus KM Virgo dan jumlah korban yang telah berhasil diidentifikasi.

